Kejanggalan-Kejanggalan yang menarik untuk dicermati pada Tragedi Mina 1436 H kali ini

Kejanggalan-Kejanggalan yang menarik untuk dicermati pada Tragedi Mina 1436 H kali ini

22.54 0

Di luar dugaan, jumlah korban meninggal Tragedi Mina kali ini sangat besar, ditambah korban cidera dan luka-luka.
Tampaknya ada yang tidak wajar. Kenapa?
Dahulu ketika Jamarat masih sempit (tidak seluas sekarang), ketika terjadi insiden desak-desakan jumlah korban meninggal tidak sampai di atas 200 jama’ah.
Petugas Haji Saudi Arabia yang diturunkan sangat banyak dan sangat lebih dari cukup. Mereka sigap dan tangkas bekerja di lapangan memberikan pelayanan yang terbaik. Mereka adalah para petugas yang terlatih, professional, dan berpelangalaman. Komitmen Pemerintah Saudi Arabi tidak main-main dalam memberikan khidmat terhadap Haramain dan pelayanan haji.

Biaya besar dikeluarkan, berbagai saran dan masukan diterima dengan lapang dada, berbagai evaluasi dan perbaikan pelayanan terus ditingkatkan dari tahun ke tahun. Bahkan ada departemen dan kementrian khusus yang mengatur urusan haji dan pengelolaannya. Di antara hasil nyatanya, dalam waktu 10 tahun terakhir hampir-hampir tidak terdengar ada musibah yang berarti. Tentu saja itu semua berkat karunia Allah Subhanahu wa Ta’ala Sang Pencipta dan Pemelihara manusia beserta jagat raya ini.
Pada tahun-tahun sebelumnya, pada jam yang sama dengan waktu kejadian tragedi Mina kemarin, arus jama’ah memang padat, namun karena tertib dan teratur semuanya berjalan dengn lancar, termasuk jama’ah haji bisa melempar jumrah dengan tertib, lancar, dan aman.
Tragedi kemarin terjadi BUKAN di jalan utama, melainkan di jalan cabang. Di tengah perkemahan resmi jama’ah haji. Sebagaimana dilaporkan oleh Jubir Resmi Saudi Arabia, bahwa jalan tersebut merupakan jalan cabang, dan penumpukan jama’ah dalam jumlah besar di jalan cabang tersebut BELUM PERNAH TERJADI SEBELUMNYA!!
Tempat terjadi tragedi, masih sangat jauh dari Jamarat, kurang lebih 2 Km!!
Jadi, lokasi tragedi tersebut di tengah perkemahan resmi, maka korbannya kemungkinan besar adalah jamaah haji resmi yg memiliki tenda resmi.
Jadi sekali lagi, insiden bukan di Jamarat, bukan pula di jalur utama pejalan kaki!!

Biasanya di jalan cabang ini, minim kerawanan insiden. Tingkat kepadatannya pun tidak seperti di jalur utama pejalan kaki. Kalau Jama’ah berjalan searah, walaupun dalam jumlah banyak, insya Allah aman dan lancar, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.
Maka sangat besar kemungkinan tragedi memilukan ini memang SUDAH DIDESAIN sedemikian rupa, ada orang-orang yang disiapkan untuk membuat kegaduhan dan keributan, kemudian sudah disiapkan pula statement-statement politiknya.
Jelas ada kepentingan besar untuk menjatuhkan Saudi Arabia di mata internasional. Musim haji merupakan waktu yang sangat tepat untuk membuat kegaduhan, yang dengan itu menjadi sarana sangat efektif untuk memojokkan Pemerintah Negeri Tauhid tersebut.
Fakta di lapangan membuktikan, bahwa tragedi berawal dari jama’ah haji Iran yang sengaja bergerak melawan arus. Sebagaimana dilaporkan di media, pengakuan salah seorang pimpinan Jama’ah haji Iran, bahwa gerakan 300 jama’ah haji Iran yang melawan arus sebagai sebab di balik tragedi Mina.
Iran sangat berkepentingan untuk membuat keributan pada musim haji, untuk menjatuhkan Saudi Arabia, menyusul kekalahan Syi’ah Hutsi di Yaman dukungan Iran, yang dengan rahmat Allah bala tentara Tauhid berhasil memukul mundur kaum Syi’ah Hutsi di Yaman.
Dilaporkan oleh salah satu media juga, bahwa Mantan diplomat Iran mengungkap rencana intelijen pemerintah Iran untuk mempermalukan Kerajaan Arab Saudi dengan merusak pelaksanaan haji di musim ini. Hal ini dilakukan dengan memanfaatkan elemen-elemen ISIS dan beberapa elemen yang berada di bawah intelijen Iran.
Dinyatakan juga oleh mantan diplomat Iran tersebut bahwa pemerintah Iran telah menyepakati bahwa cara terbaik dan waktu terbaik untuk menghadapi Arab Saudi adalah ketika musim haji.

Pemerintah Iran juga bersepakat bahwa kalau sekiranya tidak bisa menimbulkan keributan pada musim haji tahun ini, mereka akan kehilangan kesempatan dan harapan untuk membalas kekalahan sekutu mereka di Yaman (kelompok Houtsiyin) yang diserang oleh koalisi negara-negara Arab pimpinan Arab Saudi.
Mantan diplomat Iran tersebut juga menuturkan bahwa rencana ini telah dibahas dalam sebuah pertemuan, sepekan setelah bulan suci Ramadhan. Hadir dalam perencanaan tersebut adalah Ali Khamenei, beserta dengan tokoh-tokoh keamanan Iran seperti Qasem Sulaimany, Ali Akbar Wilayaty, Ali Larijani dan Alauddin Baroujerdi. Pertemuan tersebut digelar selama berjam-jam!!
Tepat sehari sebelum tragedi Mina, ketika jama’ah Haji kaum muslimin sedang khusyu’ melaksanakan ibadah wuquf di Arafah, sebuah akun facebook milik Hassan M Assegaf menebar provokasi melakukan pergerakan. Yang ternyata isi tulisan di facebook milik Irancorner Hassan M Assegaf itu SAMA PERSIS dengan isi akun resmi IJABI Pusat, juga diposting sehari sebelum tragedi Mina!!
Patut kita renungkan :
Bertahun-tahun pemerintah Saudi Arabia memberi pelayanan dengan tanpa ada insiden, pernahkah ada yang memberi apresiasi?
Terkhusus negara Iran, pernahkah mengungkapkan penghargaan dan rasa terima kasih pada saat musim-musim haji yang telah lalu yang berlangsung sangat tertib dan khidmat?
Tapi, mengapa begitu ada musibah, negara Iran tidak menampakan keinginan membantu pemerintah Saudi bahkan berlaku murka kepada pemerintah Saudi. Itu ditandai dengan kecaman Ali Khameini terhadap pemerintah Saudi.
Ada apa dibalik ini semua??
Di mana suara kaum liberal, syiah, dan orang-orang berpenyakit hatinya kala pemerintah Saudi bertahun-tahun mampu dan sangat perhatian terhadap keberlangsungan ibadah haji dengan penuh khidmat?
Adakah mereka mengapresiasi pemerintah Saudi?
Walaupun, penulis yakin, pemerintah Saudi sendiri tidak mengharap pujian dan sanjungan dari negara dan atau individu manapun.
Tahun ini pun, pelayanan pemerintah Saudi Arabia terhadap Jama’ah Haji tidak ada yang berkurang, bahkan makin meningkat sebagaimana diakui oleh para jama’ah Haji.

Namun tidak ada seorang pun yang bisa melawan Kuasa Allah. Dengan Hikmah dan Keadilan-Nya, Allah menghendaki terjadinya Tragedi ini.
Sungguh bertentangan dengan agama dan akal yang sehat, apabila tragedi ini dijadikan alasan untuk memojokkan dan menjatuhkan Saudi Arabia, seraya melupakan berbagai jasa baik yang sangat banyak, bahkan lupa atas kekuasaan dan keadilan Allah ‘Azza wa Jalla??

Majmu’ah Manhajul Anbiya

Sumber: Manhajul Anbiya

APA JADINYA JIKA IRAN MENGELOLA HAJI?

APA JADINYA JIKA IRAN MENGELOLA HAJI?

22.44 0

Paska tragedi Mina kemarin, Iran menuding Saudi Arabia tidak mampu dan tidak cakap mengurus penyelenggaraan haji.
Jika ditanyakan balik, apakah Iran mampu dan cakap mengurus haji??
INGATLAH SEJARAH….

Syiah memiliki rekam jejak sangat buruk dan kelam dalam sejarah pelaksanaan Ibadah Haji, mereka kerap kali melakukan kekacauan yang mengakibatkan banyaknya korban jiwa dari kaum muslimin yang sedang khusyu’ menunaikan Ibadah Haji.

Berikut beberapa peristiwa berdarah dari sekian banyak kekacauan yang dilakukan Syiah dalam sepanjang sejarah:
Tahun 312 H,
PEMBANTAIAN JAMA’AH HAJI OLEH SYI’AH QARAMITHAH
Di bawah pimpinan Abu Thahir al-Qaramithi pemeluk Syiah menyerang kafilah yang baru saja pulang dari menunaikan Ibadah haji di Makkah. Mereka membunuhi kaum lelaki dan menawan kaum wanita. Merampas harta mereka yang lebih dari 1 juta dinar.
(Al-Bidayah wa an-Nihayah, Ibnu Katsir al-Syafi’i 9/149).

Tahun 317 H,
Abu Thahir al-Qaramithi memasuki Masjidil Haram pada hari Tarwiyah (8 Dzulhijjah).
Dia dan tentaranya: MEMBANTAI para jamaah haji dan mu’tamirin di sekitar Ka’bah, baik mereka yang sedang thawaf, maupun mereka yang bergelantungan di kiswah Ka’bah. Merampas harta mereka.
Tidak sampai di situ, Abu Thahir al-Qaramithi kemudian: Memerintahkan jasad-jasad jama’ah haji yang mereka bunuh itu untuk DIMASUKKAN KE DALAM SUMUR ZAM-ZAM!!! Lahaulaa walaa Quwwata illa billah. Melepas Kiswah dan pintu Ka’bah, dan dengan pongah mencuri Hajar al-Aswad dari Ka’bah, dan membawanya ke Kerajaan mereka, dan tetap berada di sana sampai tahun 339 H ( selama ± 22 tahun!!).
(Al-Bidayah wa an-Nihayah, Ibnu Katsir al-Syafi’i 9/160).

Tahun 1406 H/ 1986 M:
Jama’ah haji Iran turun di Jeddah. Setelah melalui pemeriksaan, ternyata kebanyakan jama’ah yang berjumlah 500 orang itu, menyembunyikan bahan peledak jenis C4 pada bagian bawah tas mereka. Ketika disita petugas, kemudian bahan peledak tersebut dikumpulkan dan mencapai berat 150 Kg!!

Tahun 1407 H/ 1987 M.
Hizbullah bekerja sama dengan Garda Revolusi Iran, dan didukung oleh Jama’ah haji Syiah dari Saudi, mengadakan demonstrasi besar-besaran di Makkah al-Mukarramah, pada musim haji 1407 H. Mereka MENGKAFIRKAN dan MENGANCAM Negara Saudi Arabia, sambil membawa gambar-gambar poster Khomeini!!! Hasilnya, 402 orang wafat, 85 di antaranya adalah para petugas keamanan.
Kerusuhan ini menyebabkan puluhan bangunan hancur, ratusan wanita, anak-anak, dan orang tua terinjak-injak , dan ratusan ribu jama’ah haji terhambat melaksanakan manasik.

Tahun 1409 H.
Anggota Hizbullah-Saudi bekerjasama dengan Syi’ah Kuwait melakukan aksi peledakan bom di Kota Makkah. Bahan peledak mereka peroleh dari pejabat Kedubes Kuwait di Saudi yang ternyata seorang Syiah. Para pelaku dalam peristiwa itu oleh disebut-sebut sebagai syuhada dan dinobatkan sebagai para wali.

Tahun 1410 H
Kejahatan Syi’ah dalam bentuk menyemprotkan gas BERACUN kepada para Jama’ah Haji di al-‘Mu’aishim, yang menyebabkan RIBUAN jama’ah haji meninggal dunia.
Masih BANYAK LAGI rentetan peristiwa KEJAHATAN Syiah di Tanah Haram pada musim haji.
Itu sekedar rekaman singkat peristiwa berdarah yang dilakukan oleh Syiah di Tanah Haram, pada bulan Haram, ketika musim haji. Karena memang bagi Syi’ah, Makkah sudah tidak ada kehormatannya.

Majmu’ah Manhajul Anbiya

Sumber: Manhajul Anbiya

[AUDIO] Ust. Qomar Suaidi - Pengaruh Maksiat Terhadap Ilmu & Agama

17.44 0

Sabtu, 12 Dzulhijjah 1436H ~ 26.09.2015M | Masjid Agung Cimahi - Bandung | Bersama Al-Ustadz Qomar Suaidi hafizhahullah

-- Download audio | Mp3 versi 24 Kbps --

Pengaruh Maksiat Terhadap Ilmu & Agama

01. Sesi 1 - Download Audio di sini

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Sumber: SalafyBandung*Com

Dipublikasikan oleh: WA Forum Berbagi Faidah & AlFawaaid•Net

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil. Untuk mengunduh / download sila right click pada link file yang berkenaan dan pilih “Save Link As ...”. Semoga bermanfaat. Baarakallahu fiikum.

MUSIBAH MINA

MUSIBAH MINA

17.22 0

Semoga Allah merahmati para jama’ah haji Baitullah Ka’bah yang wafat dalam insiden Mina 10 Dzulhijjah 1436 H / 24 September 2015 M
Semoga Allah mengampuni mereka dan menempatkannya di Surga-Nya. Inna lillahi wa Inna ilaihi Raji’un. Semoga Para Jama’ah yang mengalami luka-luka segera terobati.
Mina menjadi tempat bagi hamba-hamba-Nya yang Allah pilih mereka untuk wafat ketika melaksanakan ibadah yang agung, di tempat yang mulia, pada bulan yang agung, dan pada hari yang agung pula.
Mina sebagai tempat terjadinya peristiwa yang sudah Allah taqdirkan. Sungguh Saudi Arabia telah MEMBERIKAN KHIDMAT DAN PELAYANAN YANG SANGAT BESAR DAN LUAR BIASA TERHADAP PARA JAMA’AH HAJI.
Saudi Arabia telah mencurahkan upaya yang sangat besar dalam memberikan khidmat dan pelayanan untuk pelaksanaan ibadah Haji dan para Jama’ah Haji. Pemerintah Saudi Arabia tidak kurang dalam mengeluarkan dana dan upaya demi kenyamanan para jama’ah haji. Namun taqdir Allah di atas itu semua
WASPADA!!! dari berbagi pemberitaan di media-media yang memanfaatkan kejadian musibah Mina ini untuk menjatuhkan dan mencela segala upaya besar pelayanan Pemerintah Saudi Arabia terhadap para Jama’ah Haji.

Sumber: Manhajul Anbiya

SAUDI ARABIA SEBAGAI PELAYAN HAJI DAN HARAMAIN

SAUDI ARABIA SEBAGAI PELAYAN HAJI DAN HARAMAIN

03.57 0

Di antara nikmat dan karunia-Nya :
Allah menjadikan yang mengatur urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Pengelolaan Haji dan Umrah adalah Saudi Arabia, Negeri Tauhid dan Sunnah
BUKAN Iran yang beragama Syi’ah
Semata-mata rahmat Allah dan penjagaan dari-Nya
Jika dihitung sejak tahun 1400 H, Saudi Arabia menerima dan melayani tamu lebih dari 70 Juta jama’ah haji. Dalam kurun waktu tersebut hingga musim haji tahun ini (36 tahun) , dalam berbagai musibah yang terjadi — yang tidak sedikit penyebabnya adalah orang-orang Syi’ah — jumlah korban meninggal tidak lebih dari 5 ribu jiwa. Sekali lagi, dalam sekian kali musibah dan insiden tersebut, penyebabnya adalah ORANG-ORANG SYI’AH
BAGAIMANA JIKA SYIAH yang memegang urusan haji?
Na’udzubillah, semoga Allah menjaga kaum muslimin, JANGAN SAMPAI SYI’AH YANG KEJAM ITU memegang urusan haji.
Namun, sejarah menunjukkan pada kita, pada SATU KALI MUSIM HAJI saja, yaitu pada tahun 317 H silam….
Ketika kaum Syiah Qaramithah menyerang Masjidil Haram dan mengusai kendali pengurusan haji waktu itu, yang dipimpin oleh Abu Thahir al-Qirmithi….
APA YANG TERJADI…??
Jangan bicara soal pelayanan apalagi kenyamanan terhadap jama’ah haji… Yang ada adalah PEMBANTAIAN.
Para jama’ah haji DIBANTAI…
tahukah Anda berapa korbannya??
30 RIBU jama’ah haji menjadi korban. Itu sekali musim haji….. 30 RIBU nyawa melayang dalam SEKALI musim haji.
Lalu, bagaimana kaum Syiah yang kejam dan sadis itu memperlakukan para jamaah haji yang mereka bunuh itu?
Abu Thahir al-Qirmithi memerintahkan untuk DIKUBUR di sumur ZAM-ZAM!!! Sisanya DIKUBUR di Masjidil Haram!!!
Yang lebih MEMILUKAN lagi adalah : Syiah kemudian MENCURI Hajar Aswad yang mulia dan membawanya ke negeri mereka.
Sehingga pada tahun-tahun berikutnya, kaum muslimin berhaji TANPA Hajar Aswad selama ± 22 musim haji!!!
Dan masih BANYAK LAGI KEJAHATAN yang dilakukan oleh kaum Syi’ah pada musim haji tahun 317 H itu. Penyebutan di atas hanyalah penggambaran singkat saja.
Padahal kejahatan Syi’ah terhadap umat Islam sepanjang sejarah sangatlah banyak. Termasuk kejahatan Syiah di Tanah Haram, pada musim haji, terhadap para jama’ah. Tak ketinggalan, tragedi Mina musim haji 1436 H kali ini pun Syi’ah ternyata juga menjadi penyebabnya.

Majmu’ah

Sumber: Manhajul Anbiya

HUKUM MEMAKAI BANTOLUN KETIKA SHALAT ATAU DI LUAR SHALAT

HUKUM MEMAKAI BANTOLUN KETIKA SHALAT ATAU DI LUAR SHALAT

18.18 0
HUKUM MEMAKAI BANTOLUN KETIKA SHALAT ATAU DI LUAR SHALAT
Asy Syaikh Muqbil bin Hadi al Wadi'i rahimahullah
Pertanyaan:  Apa hukum memakai bantolun secara rinci baik ketika shalat maupun di luar shalat?
Jawaban:
Segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada Nabi kita Muhammad, beserta keluarga, para shahabatnya, dan siapa saja yang berloyalitas kepadanya. Saya bersaksi bahwa tidak ada ilah yang benar untuk diibadahi selain Allah semata yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah. Amma ba'du:
Memakai pantalon terhitung tasyabbuh terhadap musuh-musuh Islam sedangkan Nabi shallallahu 'alaihi was salam sebagaimana dalam hadits' Abdullah bin 'Umar telah bersabda: "Barang siapa menyerupai (tasyabuh) suatu kaum, maka ia bagian darinya."
Kalau bukan karena Nabi shallallahu 'alaihi was salam telah memberikan keringanan kepada seorang muslim ketika tidak mendapatkan sarung untuk memakai sirwal, niscaya kami telah mengatakan keharamannya. Akan tetapi yang tampak bagi saya hal tersebut adalah makruh (dibenci) dengan kebencian yang sangat.
Juga termasuk dari alasan melemahnya identitas keislaman. Identitas keislaman wajib untuk selalu dijaga, baik ketika Anda di pesawat atau ketika Anda di Paris atau di salah satu negara di antara negara-negara kafir.
Anda bila menjaganya berarti Anda telah melindunginya dari berbagai kotoran. Janganlah Anda menjadi orang yang berpenampilan Islam kemudian berkhianat dan menipu, akan tetapi jagalah niscaya manusia akan menghargaimu dengan sebenar-benarnya bahkan sampai orang kafir sekalipun. Jadi sudah sepantasnya untuk selalu menjaga penampilan keIslaman.
Sebagian orang syi'ah yang sebelumnya saya pernah belajar darinya mengabarkan kepadaku bahwa ia pernah pergi untuk berobat ke luar negeri bersama para amir dari Alu Hamidud Din. Ketika sampai di bandara mereka memberikan setelan pakaian kepadanya. "Pakailah" kata mereka. Ia menjawab, "Kenapa?" Mereka berkata, "Pakailah" sampai mereka mengatakan: "Bagus kalau Anda pergi ke luar negeri memakai setelan ini." "Mengapa kalian mendesakku memakainya? Apakah kalian khawatir kepadaku? Ataukah kalian merasa malu? "Jawabnya. Mereka mengatakan: "Sama sekali kami tidak mengkhawatirkanmu, kami malu jika kamu pergi dengan setelanmu ini." Ia berkata: "Kita berdo'a dan tawakkal kepada Allah." Kemudian ia pun berjalan. Ketika sampai di London, kaum nashara pun menjadi menghargainya dengan sebaik-baik penghargaan. Bahkan sampai ketika berada di Museum Britonia, ia keluar masuk tanpa tiket dan mereka menggambarkan kepadanya apa yang dia inginkan. Ia pun mendatangi teman-temannya yang memakai pantalon itu dan tertawa seraya berkata: "Demi Allah, kalian telah menghinakan diri-diri kalian sendiri."
Dan itu benar, identitas seseorang akan meleleh dan tidak diketahui bahwa dia seorang muslim di masyarakat tersebut. Identitas tersebut akan meleleh. Oleh karena itu sudah sepantasnya kita menjaga penampilan keIslaman dan bangga dengannya.
ومن أحسن قولا ممن دعا إلى الله وعمل صالحا وقال إنني من المسلمين
"Siapa yang lebih baik ucapannya dari pada seorang yang menyeru kepada Allah dan beramal shaleh sedang ia mengatakan" Sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim. "(Fushilat: 33)
Maka kita memuji Allah subhanahu wata'ala yang telah memberikan kita taufik kepada Islam. Dan Allah berfirman tentang mereka (orang-orang kafir) itu:
إن شر الدواب عند الله الصم البكم الذين لا يعقلون. ولو علم الله فيهم خيرا لأسمعهم ولو أسمعهم لتولوا وهك معرضون
"Sesungguhnya sejelek-jelek makhluk yang berjalan di sisi Allah adalah mereka yang tuli dan bisu yaitu orang-orang yang tidak berakal. Seandainya Allah mengetahui ada kebaikan pada mereka, niscaya Allah akan membuat mereka mendengarkan dan seandainya Allah menjadikan mereka mendengar, tentulah mereka telah berpaling sedang mereka adalah rang-orang yang memalingkan diri. "(Al-Anfal: 22-23).
Dan Allah berfirman dalam ayat yang lain:
أولئك هم شر البرية
"Mereka itulah makhluk yang paling jelek." (Al-Bayyinah: 6)
Maka kita menjaga insya Allah tampilan islami dan pakaian islami dimana saja kita berada dan segala puji hanya milik Allah.
Sumber: http://www.muqbel.net/fatwa.php?fatwa_id=4564
* Alih bahasa: Syabab Forum Salafy
-----
السؤال:
ما حكم لبس البنطلون بالتفصيل سواء في الصلاة أو خارج الصلاة?
الإجابة:
الحمد لله, وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وأصحابه ومن والاه, وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له, وأشهد أن محمدا عبده ورسوله أما بعد:
فلبس البنطلون يعتبر تشبها بأعداء الإسلام, والنبي - صلى الله عليه وعلى آله وسلم - يقول كما في حديث عبدالله بن عمر: "ومن تشبه بقوم فهو منهم", ولولا أن النبي - صلى الله عليه وعلى آله وسلم - رخص للمسلم إذا لم يجد إزارا أن يلبس السراويل لقلنا بحرمته, ولكن الذي يظهر لي أنه مكروه كراهة شديدة.
وهو أيضا من أسباب ذوبان الشخصية الإسلامية, فالشخصية الإسلامية يجب أن يحافظ عليها سواء كنت في الطائرة, أم كنت في باريس أو في أي بلد من بلاد الكفر.
وأنت إذا حافظت عليها معنى أنك تصونها من الأدناس, ما تكون ذا هيئة إسلامية ثم بعد ذلك تخون وتخدع, لكن تحافظ عليها فالناس سيقدرونك غاية التقدير حتى الكفار أيضا, فينبغي أن نحافظ على الهيئة الإسلامية.
وأخبرني بعض من درست عليه من الشيعة أنه ذهب للعلاج للخارج مع أمراء آل حميد الدين , فلما وصل إلى المطار قدموا له بدلة قالوا: تلبسها, قال: لماذا? , قالوا تلبسها حتى قالوا: حسن إذا أراد أن يذهب إلى الخارج إلى عندهم يلبس بدلة, فقال: أنتم لماذا تلحون علي هذا الإلحاح? أأنتم تخافون علي? أم أنتم تستحون وتخجلون?! , قالوا: بس ما نخاف عليك نستحي ونخجل أن تذهب بهذه الهيئة, قال: دعونا, توكلنا على الله, ومشى, فلما وصل إلى لندن صار النصارى يقدرونه غاية التقدير, حتى في المتحف البريطاني هو يدخل ويخرج بدون بطاقة ويصورون له ما يريد, فرجع إلى أصحاب البنطلونات ويضحك, وقال: والله لقد أهنتم أنفسكم, وهو صحيح يذوب الشخص ولا يدرى أنه مسلم في تلك المجتمعات, يذوب الشخص.
فينبغي أن نحافظ على الهيئة الإسلامية ونفتخر "ومن أحسن قولا ممن دعا إلى الله وعمل صالحا وقال إنني من المسلمين" [فصلت : 33].
فنحمد الله سبحانه وتعالى الذي وفقنا للإسلام, وقال في أولئك: "إن شر الدواب عند الله الصم البكم الذين لا يعقلون * ولو علم الله فيهم خيرا لأسمعهم ولو أسمعهم لتولوا وهم معرضون" [الأنفال: 22 - 23].
وقال في آية أخرى: "أولئك هم شر البرية" [البينة: 6].
فنحن نحافظ إن شاء الله على الهيئة الإسلامية وعلى اللباس الإسلامي أينما كنا والحمد لله.

What they says